Sampah dan Pendakian Kerinci di mata Endatno, Pemandu Profesional Kerinci.

Ada pengalaman menarik ketika mendaki Gunung Kerinci pada Bulan Juli 2017. Di shelter bayangan 2, selepas mendirikan tenda, tiba-tiba ada pemandu yang mengajak kelompok pendaki (saat itu ada 3 kelompok) untuk melakukan aksi bersih-bersih pos selama 5 menit. Pemandu tersebut adalah Endatno, seorang pemandu pendakian Gunung Kerinci. Belakangan baru aku ketahui kalau Mas Een ini…

Kala Pandemi Menyerang

Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berbeda. Orang-orang dipaksa untuk melakukan rutinitas yang baru, the new normal, begitu istilahnya. Pembatasan fisik dan sosial dilakukan sehingga banyak kegiatan yang harus menemukan normal yang baru. Orang-orang tidak lagi bersalaman, sekolah dilakukan secara daring, bekerja tidak lagi harus dari kantor, cukup dari rumah saja, hingga tidak berpergian atau…

Kilas Balik Latihan Dasar Angkatan X Sispala Bhuana Yasa

Pada umumnya suatu organisasi pencinta alam memiliki pendidikan/latihan dasar sebagai tahapan untuk menjadi anggota tetap. Sispala Bhuana Yasa (BY), sebagai organisasi pencinta alam di  SMAN 4 Denpasar juga memiliki latihan dasar sebagai tahapan dalam penerimaan anggota. Jenjang status keanggotaan BY pada saat itu, tahun 2000, adalah Pra Calon Anggota (Pra CA) —> kegiatan lintas alam…

Pendakian Satu Dekade (2009-2019)

Ringaksan Pendakian selama satu dekade terakhir….. ah ternyata masih banyak kisah yang belum tertuang di blog ini. Semoga kisah-kisah itu bisa mengisi halaman demi halaman di dekade ke depan

Gagal

Gagal..sebagian menganggap sebagai aib. Bagi penganut “tujuan mendaki adalah puncak” tentu kegagalan mencapai puncak akan selalu disesali. Lain lagi dengan kelompok ekspedisi yang gagal mencapai puncak, penyesalan yang timbul lebih banyak karena beban moral terhadap organisasi dan pemberi dana. Bagi pemburu foto profil tentu karena tidak mendapat foto fenomenal nan rupawan yang dapat memberikan kepuasan…

Langit Terbuka Luas, Mengapa Tidak Pikiran-Pikiranmu?

Kegiatan mendaki kini tak lagi menjadi sesuatu yang “ekslusif”, yang hanya bisa dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu saja. Ketika bersapa sua dengan pendaki di berbagai gunung, tak sedikit berjumpa dengan pendaki yang baru pertama kali melakukan pendakian, dengan berbagai ekspresi tentunya. Adanya semangat, sumringah, datar, lelah, dan menyesal. Meningkatnya minat orang, pemuda pada khususnya, sebenarnya cukup…

standarisasi dan regulasi, perlukah?

Ketika mengikuti Raker Pemprov DIY mengenai kebijakan wisata goa, yang terpikir malah kebijakan wisata pendakian. Wisata minat khusus seperti penakian, rafting, susur goa saat ini memang menjadi trend. Kegiatan yang dahulu dikenal sebagai kegiatan yang menantang bahaya kini justru menjadi salah satu wisata yang paling diminati. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan standarisasi kegiatan (terkait…

….first aid kit….

Semua orang tahu, first aid kit atau perlengkapan P3K merupakan perlengkapan wajib yang harus dibawa dalam pendakian. Namun seringkali pendaki abai akan hal ini. P3k terkadang memang menjadi dilema, dengan banyaknya kemungkinan hal yang terjadi selama pendakian, maka semakin banyak pula macam obat yang harus dibawa. Seringnya, perlengkapan P3K tidak digunakan karena nyatanya tak ada kejadian…

Akunto[MO]untain 2012 : Kilas Balik

Tahun 2012 adalah tahun pertama blog ini. Mari melihat apa saja yang terjadi pada blog ini pada tahun 2012. Tulisan di Tahun 2012 Jumlah tulisan yang terunggah pada tahun 2012 berjumlah 52 judul. Bulan Juni menjadi bulan dengan tulisan terbanyak, 24 judul disusul bulan Mei dengan 14 judul. Ide pembuatan blog ini sudah lama sehingga…

halo Gie, ini tentang aku dan kamu

Hari ini bertepatan dengan 63 tahun Tewasnya Gie di Semeru. Soe Hok Gie, atau biasa dipanggil Gie, merupakan nama yang tidak asing di kalangan para penggiat alam. Nasionalisme’nya tak perlu diragukan, kecintaan terhadap alam juga tak terbantahkan. Slogan patriotisme dan naik gunungnya hingga kini masih menjadi kutipan favorit para pendaki gunung. Tulisan ini tak bercerita…

An Adventure Beyond the Ordinar-E

Setiap orang yang pernah mendaki bersamaku biasanya selalu bertanya “kenapa Wall-e?”, “mainan apa itu?” ataupun pertanyaan yang intinya apakah si Wall-e eksis terus dalam pendakian. Ya, dalam pendakian, aku selalu membawa Wall-E. Biasanya Wall-E kufoto di tempat-tempat yang ikonik seperti puncak atau pos pendakian yang terkenal misalnya Kalimati Semeru dan Pondokan Welirang. Namun terkadang juga…

?

“kenapa naik gunung?”, “nda bosen naik gunung?”, “buang buang duit aja jalan jalan terus” dst. Mungkin banyak juga penggiat alam yang mendapatkan pertanyaan yang sejenis. Bertanya pada seratus orang, bias saja yang didapat adalah tiga ratus jawaban. Setiap orang memiliki alasan yang berbeda beda. Nah, aku pun masih bingung merumuskan jawaban yang pas untuk pertanyaan…