Patagonia Nano Puff Pullover Jacket


Bagiku, perihal memilih jaket untuk pendakian terkadang bisa menjadi rumit. Kerumitan yang ditimbulkan karena kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki suatu jaket. Semua pasti ingin jaket terbaik, dalam hal ini biasanya adalah jaket yang tahan air, tahan angin, hangat, ringan, nyaman dan ringkas. Hampir tidak ada jaket yang bisa memenuhi kriteria tersebut, pun kalau nantinya ada dipastikan harganya selangit. Opsi lainnya adalah membawa beberapa jaket yang nanti dipadupadankan dengan sistem pelapisan (layering). Konsekuensinya tentu bawaan akan menjadi lebih banyak dan beban menjadi lebih berat.

Sistem layering yang aku lakukan biasanya terdiri dari 3 lapis yaitu base layer, mid layer dan out layer. Selama pendakian umumnya base layer lebih sering dipakai, sedangkan mid layer dan out layer hanya pada kondisi tertertu saja. Hal ini menjadi pertimbangan dimana mencari mid layer yang fungsinya sebagai insulasi/penghangat dan juga ringkas serta ringan, sehingga penyimpanannya tidak menghabiskan ruang yang banyak.

Jaket Patagonia Nano Puff Pullover menjadi pilihan favorit lapisan mid untuk pendakianku. Jaket ini diisolasi dengan 60 gram insulasi Primaloft Gold, yang berarti hangat, tetapi sangat ringan dan super kompresibel. Jaket dapat dikemas ke dalam saku dada dan menjadi kecil seukuran telapak tangan sehingga tidak memakan banyak ruang. Belum lagi beratnya yang kurang dari 350gr, sangat cocok untuk dengkul yang mulai tak bersahabat dengan beban yang berlebih.

Patagonia Nano Puff menjadi teman setia ketika perjalanan menuju puncak yang umumnya dilakukan dini hari, di saat angin yang berhembus terasa menusuk tulang. Jaket ini juga menjadi teman setia ketika meringkuk di dalam sleeping bag (SB), mengingat SB-ku saat ini tidak terlalu mumpuni dalam hal menahan udara dingin yang menyeruak. Rasa hangat dari jaket ini terasa pas, tidak terlalu panas hingga mengundang keringat tetapi cukup mumpuni membentengi tubuh dari dari udara dingin. Sayangnya, karena kesalahan penyimpanan, bagian belakang jaket robek karena terkena cairan kimia. Untungnya ada lakban dengan warna yang senada, sehingga perbaikan yang dilakukan pun cukup mudah, tinggal tempel :D.

Pada akhirnya jaket Patagonia Nano Puff Pullover ini menjadi jaket mid layer yang aku butuhkan. Hangat, nyaman, ringan dan ringkas. Saking senangnya dengan kinerja yang mumpuni, akhirnya membeli satu lagi jaket untuk pasangan pendakianku. Faktor lain yang memengaruhi pemilihan jaket ini di luar kinerjanya adalah karena brandnya. Hm..mungkin nanti akan kubuat tulisan tersendiri terkait brand Patagonia ini.

Dynamic duo with Patagonia Nano Puff Pullover.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s