Playlist #8 Agterplaas – The Adams


Aku termasuk telat menikmati album Agterplaas milik The Adams ini. Meskipun sudah mengetahui keberadaan album ini bahkan sebelum peluncurannya, tetapi belum ada keinginan mendengarnya secara penuh, hanya didengar sepintas lalu. Kemuadian di Bulan Mei 2020, setelah kanal Youtube Demajor mengunggah penampilan The Adams di Synchronice Fest 2019, barulah saya mulai mendengarkan album ini dengan serius. Dan saya pun menyesal pada awalnya, kenapa baru sekarang mendengar keseluruhan album dengan seksama. Ah…. album indah ini terlalu sayang untuk dibiarkan begitu saja.

Agterplaas, yang diambil dari bahasa Afrika Selatan yang berarti teras belakang, adalah album ketiga The Adams dengan rentang 13 tahun setelah album V2.0. Sebuah Penantian yang panjang namun dibayar lunas oleh The Adams.

Seperti album-album terdahulu, album ini dibuka dengan track instumental “Agterplaas”. Kemudian dilanjutkan dengan track “Masa-Masa”. Track ini menjadi salah satu lagu favorit di album ini dan juga lagu yang paling emosional untuk saya. Membawa nostalgia masa-masa SMA dengan lirik retrospektif yang lugas, sederhana dan sangat relevan, setidaknya untukku. Harmonisasi vokal antar personel dibalut sangat indah dipadu dengan nuansa musik pop 80’an. Sebuah lagu yang mengundang para penonton untuk sing along sepanjang lagu.

Lagu lainnya yang menjadi favorit saya adalah “Esok”, sebuah track yang mengawang dan menunjukkan kepiwaian The Adams dalam membuat komposisi harmonisasi suara ciamik yang sanggup dipertanggungjawabkan ketika tampil langsung di panggung. Lagu ini juga emosional buat saya, jika masa-masa bersifat retrospektif, maka ini bersifat prospektif, dalam hal ini ketika saya membuat tulisan ini, lirik “kabarkan sukacita, saatnya serukan pada dunia” terus terngiang di kepala, mengingat momen sukacita dalam hidup saya yang baru saya lalui.

Fase kehidupan berkeluarga terlihat pada track “Sinar Jiwa” dan “Timur”. “Sinar Jiwa” menggambarkan bapa- bapak yang sukacita menyambut buah hati yang lahir ke dunia dimana kehidupannya menjadi tak lagi sama. “Timur”, yang didaulat sebagai lagu penutup, memberi pesan yang kuat di mana di balik segala suka dan duka, selalu ada alasan yang membuat hidup kita layak diperjuangkan. terleih ketika masa pandemi ini dimana masa depan penuh dengan ketidakpastian, sangat pas dengan lirik “Masa depan kadang menakutkan, Penuh dengan ketidakpastian, Lebih mudah jika tak dipikirkan”. Selain arah mata angin, Timur juga merupakan anak dari sang gitaris Ario, sehingga lagu ini sangat personal bagi Ario, sebuah ungkapan rasa cinta kepada anaknya.

Track-track lainnya juga tak kalah menarik. “Pelantur” adalah track yang mungkin dekat dengan kita semua di mana akan ada ada orang yang sok tahu tapi sebenarnya tidak tahu apa-apa, terutama di tongkrongan. Musiknya menghentak dan liriknya cukup straightforward menjadi nasihat tajam untuk para pelantur. Track “Lingkar Luar” memiliki nuansa yang senada, berbicara tentang kejenuhan. Kalau “Pelantur” menggambarkan kejenuhan kita dengan orang yang sok tau, “Lingkar Luar” menggambarkan kejenuhan kehidupan ibu kota yang penuh dengan kemacetan dan menyerah dengan keadaan. “Gelap Malam” yang dibalut dengan musik yang bernuasa ceria namun dengan lirik yang bercerita tentang kaum marginal. “Sendiri Sepi” menampilkan lirik yang berima “i” tampo lambat dengan gigih sang drumer yang mengisi vokalnya. “Persona Pesona” yang rasa rock progersif yang kaya sehingga terasa berbeda dengan lagu-lagu lainnya. Arasemennya cukup rumit dan penuh kejutan.

Album Agterplaas seakan menjadi album masa dewasa The Adams, di saat kaum bapak mencurahkan momen kehidupan pada fase berkeluarga. Sebuah fase dimana sudah muncul kesadaran hidup tak selalu indah, namun di balik suka dan duka ada sesuatu yang selalu layak untuk diperjuangkan. Inilah kekuatan album yang berpotensi menyentuh hati pendengarnya, seperti yang saya alami saat ini.

Pada akhirnya, aku meralat pernyataanku di awal, ada hikmah dibalik telatnya menikmati album ini, di mana tema album ini lebih mengena jika didengarkan saat ini, ketika aku berada pada fase yang sama dengan personel The Adams .